bertakung, sebak tangis di muara mata
menguji diri yang lesu
apakan daya, ini suratan nasib mu
namun tidak setitis air mata mengalir ditebing duka.
setelah gelombang arus engkau redahi
pelbagai onak, duri tercalar dihati
bagai camar pulang senja hari
patah sayap tetap redai
itu tanda pengorbanan mu
untuk teman yang merinduimu
tersenyum, tawa dibibir duka
tiada siapa yang tahu, luka dihati
biar seribu batu menghalang arus
engkau sematkan segenggam tabah
biar beribu kali hidupmu dipalu
pasti kelak engkau temui tenangNYA
tongkatkan segenggam tabah
agar tidak bergoncang bila ditiup sengketa hati.
coretan: dari muka buku baru ku.....1/3
No comments:
Post a Comment